Wednesday, June 27, 2012

Belanja Oleh-oleh Khas Papua, dari Batik Sampai Koteka





Berkunjung ke Papua tak lengkap tanpa membawa buah tangan. Pulau Cendrawasih ini punya beragam suguhan untuk Anda bawa serta dalam koper sebelum pulang. Kota terlengkap untuk mencarinya, tentu saja Jayapura!

Apa yang biasa Anda jadikan buah tangan untuk orang-orang tersayang? Pajangan? Benda khas? Panganan? Kaos bertuliskan daerah yang dituju? Atau mungkin kain batik yang punya corak berbeda di tiap daerah?

Aneka koteka dan nokem yang dijual di jejeran toko Jalan Ahmadi (Sastri/ detikTravel)


Beragam warna dan motif batik yang dijual di Toko Ilham (Sastri/ detikTravel)


Suasana di dalam Toko Ilham (Sastri/ detikTravel)



Cokelat khas Papua yang dicampur rempah-rempah (Sastri/ detikTravel)


Seorang anak laki-laki sedang membuat patung kayu khas Papua (Sastri/ detikTravel)

Papua punya semuanya, dan Jayapura adalah kota yang tepat untuk mencari oleh-oleh khas Pulau Cendrawasih ini. Selama kurang lebih tiga hari saya dan rombongan wartawan lain berkeliling Kota Jayapura untuk mencari oleh-oleh khas Papua, mulai dari batik sampai koteka.

Itu saja? Tentu saja tidak. Ada pula pajangan, lukisan kulit kayu, cokelat, sampai ramuan buah merah yang tersohor khasiatnya itu. Kebetulan, mulai Selasa (19/6/2012) lalu berlangsung Festival Danau Sentani (FDS) 2012 di Kawasan Wisata Kalkhote, Kabupaten Jayapura. Ada banyak lapak yang menjual beragam kerajinan khas Papua.

Dari Kalkhote, menyeberanglah ke Pulau Asey. Di sini terdapat kerajinan lukisan kulit kayu dengan motif khas Papua. Anda bisa membelinya mulai Rp 5.000-300.000, tergantung besar lukisannya. Tenang saja, lukisan ini bisa digulung dengan mudah sehingga tak menyulitkan saat dibawa pulang.

Sebelum beranjak ke Kota Jayapura, tentukan dulu pilihan Anda. Kalau ingin membeli batik khas Papua, melajulah ke Toko Ilham atau Aneka Batik yang terletak di pusat kota. Batik Papua punya beberapa ciri khas, seperti warna yang cerah serta motif Tifa dan burung Cendrawasih. Harganya mulai Rp 25.000-75.000 per meter. Kedua tempat ini juga menjual kaos-kaos bertuliskan Papua.

Pernah dengar cokelat Papua? Ini bukan cokelat biasa. Biji kakao yang ditanam di dataran tinggi Papua diproses dan dicampur rempah-rempah, juga sari buah merah yang berkhasiat. Tempat membelinya yaitu di Jl Raya Sentani, sebuah toko dengan papan besar bertuliskan "Coklat dan Buah Merah".

Harga cokelat tergantung ukuran. Cokelat 100 gram seharga Rp 15.000 hingga 700 gram seharga Rp 40.000. Di toko ini Anda juga bisa membeli sari buah merah dan sarang semut. Keduanya dikenal sebagai ramuan tradisional khas Papua.

Besar kemungkinan teman-teman Anda menitip koteka. Sebetulnya, benda ini digunakan oleh pria asli Papua untuk menutupi alat kelamin mereka. Namun, karena keunikan itulah koteka jadi buah tangan yang diincar banyak traveler.

Untuk membeli berbagai bentuk koteka, bergeraklah ke Jalan Ahmadi. Ya, koteka ini tak hanya berbentuk kerucut panjang seperti yang biasa Anda lihat. Ada juga yang pangkalnya bulat, bahkan bergelombang seperti keris!

Selain koteka, jejeran toko di Jalan Ahmadi juga menyediakan kerajinan lain khas Papua. Mulai dari nokem (tas keranjang dari akar pohon yang biasa digunakan di kepala), aksesori seperti kalung dan gelang, sampai kerajinan dari kayu yang banyak macamnya. Tinggal pilih sendiri dari sekian banyak patung, asbak, hingga pajangan dinding yang keren!

Merasa belum cukup belanja? Datanglah saat berlangsung sebuah festival. Festival Danau Sentani misalnya, menjadi sentra kerajinan dan pertunjukan daerah selama festival ini berlangsung. Oh ya, membeli langsung dari warga lokal juga bisa meningkatkan perekonomian mereka lho. Selamat berbelanja!


Sumber : travel.detik.com

No comments:

Post a Comment